Jakarta — Di tengah hiruk-pikuk politik pasca pemilu, satu pesan disampaikan dengan nada tenang namun tegas. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai bahwa kekuatan struktur partai—bukan sekadar popularitas figur—akan menjadi kunci utama kemenangan pada Pemilu 2029.
Bagi PSI, pemilu bukan sprint lima tahunan, melainkan maraton panjang yang dimenangkan oleh kerja sunyi di akar rumput: membangun jaringan, merawat kader, dan menjaga kepercayaan pemilih dari hari ke hari.
Belajar dari Pengalaman
PSI menyadari bahwa politik elektoral tidak cukup ditopang oleh gagasan besar dan kampanye media sosial. Struktur yang rapi hingga tingkat paling bawah—DPW, DPD, hingga ranting—menjadi mesin utama untuk:
-
menjangkau pemilih secara langsung,
-
mendengar persoalan warga,
-
serta memastikan pesan partai tidak terputus di tengah jalan.
Pengalaman pemilu sebelumnya menjadi cermin. Ketika struktur belum merata dan solid, kerja politik mudah terfragmentasi. Dari situlah muncul tekad untuk membangun organisasi yang tahan lama.
Struktur sebagai Keamanan Demokrasi
Dalam perspektif keamanan publik dan demokrasi, struktur partai yang kuat berfungsi sebagai penyangga. Ia mencegah politik uang, mengurangi ketergantungan pada figur tunggal, dan memperkuat akuntabilitas internal. Ketika kader hadir di tengah masyarakat, demokrasi bekerja lebih dekat dan manusiawi.
PSI menekankan pentingnya pendidikan politik berkelanjutan bagi kader—agar politik tidak berhenti pada janji, tetapi hadir sebagai solusi.
Dimensi Kemanusiaan: Politik yang Hadir
Di balik istilah “struktur”, ada manusia. Ada relawan yang mengetuk pintu, kader yang mendampingi warga mengurus layanan publik, dan pengurus yang menjadi jembatan aspirasi. Politik, bagi PSI, harus hadir dalam keseharian, bukan hanya menjelang coblosan.
Seorang kader daerah berkata, “Yang dicari warga itu didengar.” Kalimat sederhana ini menjelaskan mengapa struktur menjadi penting: agar telinga partai dekat dengan rakyat.
Konsolidasi Menuju 2029
PSI menyebut konsolidasi akan difokuskan pada:
-
penguatan kepengurusan daerah,
-
rekrutmen dan pelatihan kader muda,
-
pemetaan isu lokal,
-
serta sinergi program yang relevan dengan kebutuhan warga.
Langkah-langkah ini diarahkan untuk membangun kepercayaan jangka panjang, bukan euforia sesaat.
Menatap Pemilu dengan Kerja Panjang
Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, tetapi kerja politik dimulai sekarang. Dengan menjadikan struktur sebagai tulang punggung, PSI berharap dapat tampil sebagai partai yang siap secara organisasi, jelas secara gagasan, dan dekat secara kemanusiaan.
Penutup
Pernyataan PSI bahwa struktur partai adalah kunci kemenangan mengandung pesan yang lebih luas: demokrasi yang sehat dibangun dari bawah, dengan kerja konsisten dan kehadiran nyata.
Jika politik ingin dipercaya kembali, maka ia harus berakar kuat di masyarakat—dan di situlah struktur partai menemukan maknanya.