Jakarta – Perum Bulog membantah kabar yang menyebut Direktur Utamanya akan menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.
Manajemen Bulog menegaskan informasi yang beredar di masyarakat tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar resmi.
Tegaskan Informasi Tidak Valid
Pihak Bulog menyatakan bahwa hingga saat ini Direktur Utama masih menjalankan tugas dan tanggung jawabnya seperti biasa dalam mengelola perusahaan.
“Kami pastikan informasi tersebut tidak benar,” demikian pernyataan resmi Bulog.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang sempat beredar luas di berbagai platform, termasuk media sosial.
Fokus pada Tugas Stabilitas Pangan
Bulog menegaskan bahwa pihaknya saat ini tetap fokus pada tugas utama, yakni menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Sejumlah program penyaluran beras dan penguatan cadangan pangan pemerintah masih berjalan sesuai rencana.
Imbauan Tidak Mudah Percaya Informasi
Bulog juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta merujuk pada sumber resmi untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jaga Kepercayaan Publik
Klarifikasi ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik terhadap institusi serta mencegah kesalahpahaman yang dapat mengganggu kinerja organisasi.
Bulog menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas secara profesional dalam mendukung ketahanan pangan nasional.