JAKARTA, DETIKFINANCE (initogel) — Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menjadi pilar utama pembiayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan tantangan global, program KUR BRI bukan hanya sekadar pinjaman, tetapi telah menjelma menjadi ‘jalur kehidupan’ bagi UMKM untuk bangkit dari keterpurukan dan memperkuat ketahanan bisnis mereka.
BRI, sebagai penyalur KUR terbesar, menegaskan komitmennya untuk memperluas inklusi finansial, memastikan modal usaha dapat menjangkau pelaku UMKM hingga ke pelosok negeri.
I. KUR BRI: Lifeline dengan Bunga Paling Rendah
Keberhasilan KUR BRI dalam mendorong kebangkitan UMKM terletak pada skema pembiayaan yang sangat ringan dan mudah diakses:
Bunga Bersubsidi: Suku bunga KUR yang hanya 6% efektif per tahun (bagi penerima pertama) jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial, membuat angsuran bulanan UMKM menjadi sangat terjangkau.
Target Unbankable: BRI memfokuskan penyaluran dana hingga ke segmen mikro dan ultra-mikro, menyentuh pelaku usaha yang sebelumnya sulit mendapatkan akses perbankan formal.
Dukungan Skala Nasional: Dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI memastikan KUR dapat disalurkan dengan cepat, memungkinkan pelaku usaha segera mendapatkan suntikan modal kerja atau investasi untuk memulai kembali usahanya.
II. Kisah Inspiratif Kebangkitan UMKM
Kehadiran KUR BRI terbukti menjadi solusi nyata bagi pelaku usaha yang terancam gulung tikar akibat krisis:
“Ketika usaha kerajinan batik saya hampir tutup karena tidak ada pesanan, KUR BRI sebesar [Simulasi: Rp50 Juta] datang tepat waktu. Dana itu saya gunakan untuk memodali bahan baku dan beralih ke pemasaran digital,” ujar Ibu Sulastri (48), pengusaha Batik di Yogyakarta. “Kini, pesanan kembali normal, dan saya bisa mempekerjakan tetangga. KUR BRI adalah harapan kedua bagi kami.”
Kisah-kisah seperti Ibu Sulastri menunjukkan bahwa modal yang tepat dapat mengubah keterpurukan menjadi peluang ekspansi.
III. Komitmen BRI untuk Inklusi Finansial Berkelanjutan
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa penyaluran KUR adalah bagian dari tanggung jawab moral BRI untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Peningkatan Skill: Selain modal, BRI juga aktif memberikan pendampingan dan pelatihan literasi keuangan kepada debitur KUR. Tujuannya adalah memastikan UMKM tidak hanya menerima pinjaman, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara profesional.
Digitalisasi UMKM: BRI juga mendorong digitalisasi di kalangan debitur KUR, membantu mereka memiliki QRIS dan platform pembayaran digital, sehingga mampu bersaing di pasar modern.
Target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap PDB nasional hanya akan tercapai jika akses permodalan yang adil dan berkelanjutan seperti KUR BRI terus diperkuat dan diperluas.